LUWUK - Sekertaris Umum KONI Banggai, Sugiarto Djanun menekankan agar momentum Pekan Olah Raga Kabupaten Banggai (PORKAB ) nantinya tidak hanya dijadikan ajang mencari bakat tapi dapat pula berfungsi sebagai wadah pemersatu bagi semua elemen dengan tetap menjunjung nilai-nilai sportifitas.
Sugi mencontohkan tindakan Atlet pencak silat Hanifan di momen Asian Games 2018 yang menyatukan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Prabowo Subianto dengan cara mengajaknya untuk saling berpelukan. Padahal saat itu arah politik keduanya masih bersebrangan.
“Bagaimana seorang atlet silat yang menyatukan Jokowi dan Prabowo di stadion GBK kala itu,” kata Sugi saat memberikan sambutan dalam rapat panitia PORKAB V Bidang Humas dan Publikasi belum lama ini.
Sehingga dengan tujuan tersebut Sugi menandaskan pentingnya sinergi, kolaborasi dan tanggung jawab masing-masing bidang selaku penentu suksesnya PORKAB V.
“Saya yakin dan percaya rekan rekan semua (panitia) mampu mensukseskan event ini,” kata Sugi.
Sugi menambahkan tujuan dari penyelenggaraan PORKAB ini tidak hanya sekedar event, tapi sebagai upaya menggali potensi dan bakat para olahragawan dan atlet menuju PORPROV di Kabupaten Morowali 2026.
“Kita harus membuktikan bahwa kabupaten banggai tidak hanya juara umum kandang sendiri pada PORPROV sebelumnya, akan tetapi mampu mempertahankan predikat itu pada PORPROV Kabupaten Morowali,” harapnya.
Diprediksi kegiatan PORKAB V bakal berlangsung meriah, mengingat diantara jadwal pelaksanaan kegiatan juga bertepatan dengan HUT Kabupaten Banggai yang dimungkinkan seluruh puncak acara akan disatukan. “Puncaknya nanti pada penutupan PORKAB pada tanggal 12 Juli 2025,” ucap Sugi.