LUWUK - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Kabupaten Banggai meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah yang megah dan meluncurkan layanan Buku Elektronik (E-Book) pada Senin (8/12/2025). Acara peresmian ini berlangsung di Halaman Kantor Dispustaka, Kecamatan Luwuk.
Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan pendanaan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, yang mengucurkan dana sebesar Rp11 miliar untuk proyek tersebut sebagai upaya Peningkatan Literasi di Kabupaten Banggai.
Dalam laporannya, Kepala Dispustaka Banggai mengungkapkan tantangan besar dalam penyediaan fasilitas literasi di wilayahnya. Disebutkan, dari total 24 kecamatan, baru 6 kecamatan yang telah memiliki perpustakaan. Kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi di tingkat desa, di mana dari 320 desa, hanya 15 desa yang memiliki fasilitas perpustakaan.
Menanggapi data tersebut, Kepala Dispustaka menghimbau kepada para Camat yang hadir untuk segera menyediakan perpustakaan di wilayah masing-masing.
“Hal ini merupakan upaya untuk segera mewujudkan Gerakan Banggai Cerdas,” tegasnya.
Kepala Biro Keuangan dan Perencanaan Perpustakaan Nasional RI, Tubu Simanjuntak, S.E., M.M., yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bupati Banggai atas komitmennya. Ia menyoroti kelengkapan fasilitas gedung Perpustakaan Daerah yang saat ini bernilai Rp4 miliar.
“Sebagaimana Program Inovasi Banggai Cerdas, tentu hadirnya perpustakaan ini akan sangat mendukung program tersebut dengan koleksi buku dan fasilitas yang kian memadai,” ujar Tubu Simanjuntak.
Sementara itu, Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, S.P., M.M., dalam sambutannya menekankan bahwa paradigma terhadap perpustakaan harus berubah.
“Perpustakaan saat ini tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat membaca buku, tetapi sebagai pusat segala kegiatan kolektif dan ruang inklusif bagi semua,” kata Bupati Amirudin.
Bupati juga memberikan perbandingan mengenai pentingnya pendidikan sebagai kunci kemajuan suatu bangsa.
“Jepang ketika dibom dan hancur lebur kota Hiroshima dan Nagasaki mereka cepat bangkit karena lebih dulu mengutamakan pendidikan. Korea Selatan lebih muda dari Indonesia, tetapi mereka lebih cepat berkembang karena mengutamakan pendidikan,” tambahnya.
Usai peresmian, Bupati Banggai didampingi Tubu Simanjuntak dan pejabat lainnya meninjau langsung fasilitas Gedung Layanan Perpustakaan dan layanan Buku Elektronik yang kini tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Banggai, menandai langkah maju dalam digitalisasi layanan literasi di daerah tersebut.