Banggainesia Membership Banggainesia.com+

Tolak Penggusaran Lahan, Warga Bimor Jaya Morut Bentrok dengan Pekerja PT GMM

Sengketa ganti rugi lahan memanas, Ketua Komisi II DPRD Morut sebut ada dugaan intimidasi dan bakal panggil pihak perusahaan.

Andi Baso Heri
Andi Baso Heri - Banggainesia.com
Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:40:56 WITA
Tolak Penggusaran Lahan, Warga Bimor Jaya Morut Bentrok dengan Pekerja PT GMM

Ketua Komisi II DPRD Morowali Utara, Holiliana Tumimomor

MORUT— Aksi protes warga Desa Bimor Jaya, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut), terhadap perusahaan tambang PT Genba Multi Mineral (GMM) berujung ricuh pada Kamis siang (15/10/2026). Aksi di lapangan tersebut diwarnai adu mulut, saling dorong, hingga ketegangan fisik antara warga pemilik lahan dan pekerja perusahaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, keributan dipicu oleh langkah perusahaan yang melakukan penggusuran lahan perkebunan warga yang telah ditanami merica dan durian.

Meski dari total 28 kepala keluarga (KK) yang terdampak dilaporkan 24 KK di antaranya telah menerima ganti rugi. Namun, sejumlah warga mengaku proses pembayaran tersebut sarat  tekanan dan intimidasi.

"Yang sudah dibayar katanya ditekan, yang belum dibayar bingung. Pembayaran tidak lewat desa, tapi katanya di Kantor Polres Morowali Utara," ungkap salah seorang warga pemilik lahan yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Dugaan adanya intimidasi tersebut dibenarkan oleh Ketua Komisi II DPRD Morowali Utara, Holiliana Tumimomor (Bunda Holi), yang turun langsung ke lokasi saat kericuhan terjadi.

"Benar, saat saya di lokasi warga menyampaikan mereka kerap mendapat intimidasi." 

Tadi sempat ricuh dan ada saling pukul, tapi sudah kita lerai. Saya minta semua pihak menahan diri," tandas Holi di lokasi kejadian, Kamis sore.

Ia menegaskan bahwa Komisi II DPRD Morut akan mengambil langkah tegas dengan memanggil manajemen PT GMM dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan. RDP tersebut bakal menyoroti mekanisme ganti rugi lahan yang dinilai janggal karena tidak melibatkan pemerintah desa setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Genba Multi Mineral belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Redaksi masih terus berupaya mengonfirmasi General Manager PT GMM serta pihak Polres Morowali Utara mengenai kejelasan proses pembayaran ganti rugi lahan warga yang disebutkan berlangsung di markas kepolisian.

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Regional
Lihat Publika Selengkapnya