Sengketa Perkebunan Berakhir Damai, Polsek Nuhon Tuntaskan Konflik Dua Keluarga
Perselisihan keluarga Alamat dan Kaluuk berakhir damai usai ditengahi pihak kepolisian, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat.
Warga yang berselisih saling berpelukan sebagai tanda berdamai disaksikan oleh Kapolsek Nuhon IPDA Tesar M. Noor dan aparat setempat di Kantor Desa Longge, Selasa (13/10/2026)
NUHON — Polsek Nuhon Polresta Banggai memfasilitasi mediasi perselisihan antarwarga terkait sengketa lahan perkebunan di kawasan Danau Sembilan Tanjung, Desa Longge, Kabupaten Tojo Una-Una. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Longge pada Selasa (13/10/2026) tersebut berhasil mencapai kesepakatan damai.
Mediasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Nuhon, IPDA Tesar M. Noor, S.H., serta dihadiri kepala desa, tokoh masyarakat, dan kedua belah pihak yang berselisih. Musyawarah berlangsung secara dialogis selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WITA.
Kapolsek Nuhon mengungkapkan bahwa konflik tersebut melibatkan keluarga Alamat dan Kaluuk yang dipicu oleh saling klaim penguasaan lahan perkebunan.
"Adanya perusakan tanaman dan pondok kebun, termasuk membakar tiga rumpun sagu pada akhir Agustus 2026. Persoalan kemudian memanas setelah terjadi penganiayaan menggunakan parang," terang IPDA Tesar.
Berdasarkan laporan pengaduan yang diterima Polsek Nuhon tertanggal 29 September 2026, korban melaporkan mengalami luka pada bagian belakang tubuh serta bahu kiri akibat sabetan senjata tajam pada peristiwa yang terjadi 28 September 2026.
Guna meredakan ketegangan yang sempat meningkat, tokoh masyarakat asal Batui, Awalludin, turut menjembatani komunikasi kedua belah pihak hingga akhirnya bersedia duduk bersama dalam forum mediasi.
“Alhamdulillah, warga yang berselisih akhirnya berdamai. Terima kasih kepada Kapolsek Nuhon beserta jajarannya yang telah sigap melakukan mediasi, demikian juga para kepala desa yang telah memfasilitasi,” ungkap Awalludin.
Melalui langkah problem solving ini, Polsek Nuhon bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat berkomitmen untuk terus mengedepankan penyelesaian masalah secara musyawarah demi menjaga kondusivitas stabilitas keamanan, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Banggai dan Kabupaten Tojo Una-Una.
Artikel Terkait
Pilihan Untukmu