LUWUK SELATAN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Banggai menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Selasa, 25 November 2025. Bertempat di Hotel Swiss-Belinn, Luwuk Selatan, Rakerda ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X TP PKK.

Rakerda ini menjadi pedoman bagi pengurus PKK di daerah dalam menyusun dan menjalankan program kerjanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banggai, Moh. Ramli Tongko, saat membuka acara, menegaskan bahwa Tim Penggerak PKK merupakan mitra strategis pemerintah, terutama dalam upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui 10 Program Pokok PKK.

“Keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kekuatan dan ketulusan perjuangan kader-kader PKK di semua tingkatan,” ujar Ramli.

Ramli berharap TP PKK Banggai mampu memperkuat peran dan fungsi kelembagaan agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. PKK juga diimbau untuk menyusun program kerja yang realistis, terukur, dan selaras dengan visi misi Pemda Banggai dalam meningkatkan kualitas SDM dan pengentasan kemiskinan.

“Melalui Rakerda ini, saya mengajak kita semua untuk memperkuat komitmen, meningkatkan kolaborasi, dan memperluas inovasi Gerakan PKK, sehingga program yang dirumuskan dapat berjalan baik dan memberi manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat,” ajaknya.

Asta Cita dan Gerbang Banggai

Rakerda TP PKK Banggai 2025 mengusung tema: "Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Melalui Gerbang Banggai Menuju Keluarga Indonesia Emas Tahun 2045."

Ketua TP PKK Banggai, Syamsuarni Amirudin, menyampaikan bahwa Asta Cita, sebagai arah pembangunan nasional, harus diterjemahkan menjadi program konkret yang selaras dengan program prioritas daerah, yakni Gerbang Banggai.

“Melalui 10 Program Pokok PKK, kita siap menjadi ujung tombak dalam mewujudkan Kabupaten Banggai sebagai Gerbang Timur Sulawesi Tengah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” tegas Syamsuarni.

Ia menambahkan, hasil Rakernas X TP PKK telah menghasilkan berbagai arahan strategis yang menjadi pedoman pelaksanaan program PKK se-Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta seluruh peserta Rakerda untuk menyimak materi yang disampaikan agar memiliki pemahaman yang sama dan dapat mengimplementasikannya secara konsisten.

Selain itu, Syamsuarni juga mengimbau para kader untuk memperkuat kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal ini penting dilakukan untuk memperkuat sumber daya dan memperluas dampak positif dari program-program PKK di tengah masyarakat.