TANGERANG – Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) akhirnya tiba di Indonesia pada Sabtu sore, 4 April 2026.

Pesawat yang membawa ketiga pahlawan bangsa tersebut mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sekitar pukul 17.57 WIB dengan pengawalan ketat sejumlah prajurit TNI.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tiga peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih langsung dipindahkan ke dalam tiga unit mobil jenazah yang telah disiapkan secara khusus.

Upacara penyambutan kenegaraan bagi ketiga prajurit tersebut dijadwalkan akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara.

Adapun ketiga prajurit yang gugur dalam tugas mulia tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.

Peristiwa pilu ini bermula pada Minggu (29/3), saat Praka Farizal Rhomadhon tewas setelah sebuah proyektil meledak di dekat posisi pasukannya di wilayah Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan.

Keesokan harinya, Senin (30/3), PBB mengonfirmasi gugurnya dua prajurit TNI lainnya setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat kawasan Bani Hayyan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyampaikan dukacita mendalam serta memberikan penghormatan tinggi atas dedikasi para prajurit dalam menjalankan tugas negara.

"Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berdukacita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah," kata Prabowo melalui akun Instagram resminya, @prabowo.

Presiden menegaskan bahwa pengabdian yang diberikan oleh ketiga prajurit tersebut merupakan bentuk nyata keberanian dalam menjaga perdamaian dunia.

Menurut Prabowo, pengorbanan mereka tidak hanya membuktikan dedikasi prajurit TNI, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di kancah internasional sebagai bangsa yang cinta damai.

Rencananya, setelah prosesi di bandara selesai, jenazah akan diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan secara militer.