Banggainesia Membership Banggainesia.com+

Kemarau Picu Karhutla di Sulsel, Enrekang Jadi Wilayah Terdampak Terluas

Puncak musim kemarau memicu lonjakan titik api di 15 kabupaten/kota.

Saiful Yamin
Saiful Yamin - Banggainesia.com
Rabu, 26 Agustus 2026 | 03:42:17 WITA
Kemarau Picu Karhutla di Sulsel, Enrekang Jadi Wilayah Terdampak Terluas

MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan mencatat 112 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Total area yang hangus terbakar di 15 kabupaten/kota tersebut mencapai 1.613,67 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo membeberkan bahwa area yang terbakar terdiri atas 1.607,92 hektare hutan dan lahan serta 5,75 hektare perkebunan milik masyarakat.

"Dari rangkaian kejadian tersebut, total area yang terbakar mencapai 1.613,67 hektare yang terdiri atas 1.607,92 ha hutan dan lahan serta 5,75 ha perkebunan masyarakat," jelas Amson di Makassar, Selasa (25/8/2026).

Enrekang Terluas, Parepare Terbanyak

Kabupaten Enrekang menjadi wilayah terdampak terluas dengan 1.044,55 hektare area terbakar dari 10 kejadian. Kabupaten Barru mengekor di urutan berikutnya dengan luas area terbakar 315 hektare dari lima kejadian, disusul Kabupaten Tana Toraja setinggi 125 hektare dari 11 kejadian.

Sementara itu, Kota Parepare mencatat frekuensi kejadian terbanyak yakni 25 kali kebakaran dengan luas area terdampak 20,06 hektare. Adapun Kabupaten Pinrang mencatat 18 kejadian yang membakar 54,4 hektare hutan dan lahan serta 3 hektare lahan warga.

Amson menyebut intensitas karhutla melonjak drastis saat memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus. Kombinasi cuaca terik dan angin kencang membuat kobaran api cepat meluas.

Dampak karhutla juga menyasar pemukiman dan tempat usaha. Di Kota Palopo, 10 kejadian karhutla membakar 1,25 hektare kebun serta 3,5 hektare hutan yang berdampak langsung pada 12 keluarga dan menimbulkan empat korban. Selain itu, sebanyak 39 unit usaha dan fasilitas umum rusak, terdiri dari 37 unit di Kabupaten Barru dan 2 unit di Kabupaten Luwu Utara.

BPBD Sulsel mewanti-wanti warga agar tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk sampah maupun pembersihan lahan secara asal. Amson menegaskan bahaya hukum serta risiko kebakaran tinggi masih akan membayangi selama musim kemarau.


Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Regional
Lihat Daerah Selengkapnya